Terbit
19/9/2022
Diperbarui
19/9/2022

Batik Pekalongan Ini Akhirnya Tembus Pasar Italia

Wulan berbagi pengerjaan batik dengan sejumlah perajin yang tersebar di Kota dan Kabupaten Pekalongan juga Kabupaten Batang.
Foto-foto: Ganjarpranowo.com

SUDAH banyak pelaku UMKM di Jawa Tengah terangkat namanya berkat promosi #LapakGanjar di Instagram. Kali ini perajin batik “Bulan” asal Pekalongan.

Batik “Bulan” sempat lesu karena diterpa efek pagebluk virus corona. Wulan Utoyo, sang pemilik usaha, akhirnya ikut promosi online yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, #LapakGanjar.

Hasilnya, batik-batik “Bulan” diminati pembeli Italia.

"Saya iseng-iseng ikut menjadi follower-nya (Instagram @ganjar_pranowo). Lalu, saya ikut Lapak Ganjar,” ujar Wulan yang ditemui di salah satu rumah produksi batik di Kabupaten Batang.

Wulan menyebut promosi #LapakGanjar benar-benar sangat membantu kalangan pengusaha UMKM.

#LapakGanjar adalah inisiatif Gubernur Ganjar Pranowo untuk membantu para UMKM di Jateng agar tetap bertahan hidup di masa pandemi.

Ganjar akan mengunggah produk UMKM yang terpilih di Instagram Story dengan tagar #LapakGanjar. Awalnya memang hanya untuk UMKM di Jateng,tapi kemudian berkembang ke luar provinsi.

“Dengan ditampilkan di Lapak Ganjar,  follower saya tiba-tiba meningkat, penjualan tiba-tiba meningkat. Satu hal yang membuat saya sangat berterima kasih dengan adanya Lapak Ganjar,” ujar Wulan.

Suatu kali ia juga dibuat kaget saat menerima telepon dari orang Italia. “(Ia) meminta produk kami yaitu selendang sutra batik tulis,” tuturnya menceritakan efek setelah diunggah di #LapakGanjar.

Ketika ditanya dari mana mengetahui batik-batiknya, menurut Wulan, sang pembeli mendapatkan informasi di Jakarta. Tapi, Wulan begitu penasaran. Lantas ditanya kembali dan terjawablah, bahwa sang pembeli tahu dari #LapakGanjar.

“Setelah di-repost itu memang ada peningkatan. Kita semakin dikenal oleh khalayak sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Wulan tak menyebutkan secara detail peningkatannya. Hanya mencontohkan, sebelum ikut Lapak Ganjar penjualan hanya 100 lembar batik tulis, setelah ikut menjadi 200 lembar batik.

Untuk menunjang produksi, ia berbagi pengerjaan batik dengan sejumlah perajin yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Kota dan Kabupaten Pekalongan juga Kabupaten Batang. “Setelah ikut Lapak Ganjar, pengaktifan vendor (perajin batik) baru banyak,” tuturnya.

Batik “Bulan” adalah batik tulis dengan menyasar pasar menengah ke atas. Bahkan, ada batik yang proses pengerjaannya butuh waktu 2-3 bukan, terlama bisa sampai setahun. “Tergantung dari tingkat kerumitannya,” ujar Wulan.

Bagi masyarakat yang ingin melihat koleksi batiknya, Wulan mempersilakan masyarakat untuk mendatangi butik batiknya di Jalan Jatayu Residence C11 Jalan WR Supratman, Kota Pekalongan.

Wulan berharap Lapak Ganjar akan terus mengangkat produk-produk UMKM agar bisa berkembang.[]

Anda bisa tonton liputan video kami di YouTube Lapak Ganjar.