Terbit
4/5/2023
Diperbarui
4/5/2023

Dari Sekolah Gratis, hingga Kesempatan Menjemput Hari Depan yang Lebih Baik

"Program SMKN Jateng yang diinisiasi Gubernur Ganjar ini sangat bagus. Dengan bekal pendidikan itu, anak-anak ini nantinya akan mejadi mandiri dan mampu mengangkat ekonomi keluarganya menjadi lebih baik," ujar Pengamat Pendidikan, Mungin Eddy Wibowo.

Akses pendidikan yang mudah dan merata menjadi salah satu perhatian serius Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama menjabat. Berbagai program telah dilahirkan untuk merealisasikan hal itu.

Selain membuka cakrawala pemikiran seseorang, Ganjar menyadari, dari ruang pendidikan inilah peluang individu dalam mengembangkan diri juga semakin luas. Dengan begitu, kesempatan menggapai kehidupan yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil.

Pada peringatan Hardiknas 2023, Ganjar pun kembali menegaskan bahwa akses pendidikan yang mudah harus tersedia bagi seluruh kalangan masyarakat, tanpa terkecuali. Semua orang berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi diri.

"Akses pendidikan harus semakin banyak, makin merata, dan mereka yang tidak mampu harus dibantu negara," ujar Ganjar, seperti diberitakan Suara.com.

Saat pertama kali dilantik gubernur pada 2013, berbagai problem di bidang pendidikan nyata-nyata ada di hadapan Ganjar. Angka partisipasi anak sekolah usia 16-18 tahun atau jenjang SMA di Jateng saat itu juga masih cukup rendah, hanya sebesar 59,81 persen.

Maklum, mahalnya biaya pendidikan masih menjadi momok yang menghantui masyarakat kala itu. Mutu pendidikan yang baik pun seakan-akan hanya dimiliki segelintir orang.

Karena kondisi itulah, pada 2014 Ganjar langsung membuat terobosan dengan menciptakan sekolah asrama gratis SMKN Negeri Jateng. Sasarannya adalah siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka yang tadinya pesimis pada pendidikan, tak lagi gamang untuk melanjutkan sekolah begitu lulus jenjang pertama.

Selain mutu pembelajaran yang bagus dan kurikulum yang disesuaikan dengan dunia kerja, siswa di SMKN Jateng juga mendapat fasilitas lengkap tanpa dikenai biaya sepeser pun. Dari mulai perlengkapan sekolah, tas, sepatu, penginapan hingga biaya makan tiga kali sehari, seluruhnya ditanggung Pemprov Jateng.

Di awal-awal, sekolah ini hanya berdiri di Semarang, Pati dan Purbalingga. Namun kini, SMKN Jateng sudah bertambah 15 sekolah lagi yang tersebar di beberapa daerah di Jateng. Hanya saja 15 sekolah tambahan itu penerapannya masih semi boardiang school, atau belum sepenuhnya menerapkan sistem asrama.

Transformasi yang dilakukan Ganjar di dunia pendidikan memang sangat nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain menghadirkan SMKN Jateng, Ganjar juga menggratiskan biaya SPP di tingkat SMA di Jateng.

Dengan upaya itu, Ganjar berhasil memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan. Terbukti, dari data BPS Jateng, partisipasi anak sekolah di provinsi ini mengalami peningkatan yang signifikan. Dari semula 59,81 persen, menjadi 70,79 persen pada 2022.

Indeks Pembangunan Manusia di era Ganjar juga meningkat dari 68,78 persen pada 2014, menjadi 72,79 persen pada 2022.

Ganjar menyadari, pendidikan mampu membuka banyak pintu, termasuk terbukanya jalan rezeki. Artinya jika seseorang tamat SMA atau SMK, dia memiliki potensi lebih besar untuk menaikkan derajat dan martabat keluarganya.

Rafli Saputro misalnya, lulusan SMKN Jateng. Sebagai anak seorang buruh pemotong filter rokok di Kudus, dia semula gamang untuk meneruskan sekolah karena kondisi ekonomi orangtuanya. Tapi kemudian dia menemukan SMKN Jateng kampus Pati dan lalu bersekolah disana.

Sekarang Rafli sudah bekerja di perusahaan teknologi di Jepang. Bahkan dia sudah mampu membelikan sebidang tanah, merenovasi rumah dan rutin mengirim uang untuk kebutuhan orangtuanya di kampung halaman, Tribunnews.com.

Selain Rafli, juga ada Fajar, anak seorang buruh tenun asal Pemalang yang kini sudah bekerja di perusahaan tambang di Kalimantan. Dan masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif lainnya yang lahir dari SMKN Jateng gagasan Ganjar Pranowo.

Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Mungin Eddy Wibowo menilai upaya Ganjar membuat program SMKN Jateng gratis bagi masyarakat miskin ini merupakan langkah yang sangat tepat.

Dengan program tersebut, tingkat kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dipastikan akan lebih baik kedepannya.

"Program SMKN Jateng yang diinisiasi Gubernur Ganjar ini sangat bagus. Sebab program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin di Jawa Tengah mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan bekal pendidikan itu, anak-anak ini nantinya akan mejadi mandiri dan mampu mengangkat ekonomi keluarganya menjadi lebih baik," ungkapnya seperti dilansir dari Detikcom.

Tahun ini, jabatan Ganjar sebagai Gubernur Jateng akan selesai. Telah banyak keberhasilan ditorehkannya. Ganjar pun berharap pada tahun-tahun mendatang akan lahir program-program pendidikan yang lebih revolusioner lagi.

"Jika apa yang sudah kita lakukan itu baik, silakan bisa dilanjutkan. Tetapi jika ada yang lebih baik, silakan dihadirkan," ujar Ganjar dalam pidatonya di peringatan Hardiknas 2023.[]