Terbit
22/8/2022
Diperbarui
22/8/2022

Kerajinan Alat Musik Bambu di Purbalingga Kian Diburu

Setelah mengikuti #LapakGanjar, tak hanya merek milik Tetra saja yang kebanjiran order, tapi juga merek-merek lain di Purbalingga.
Tetra dengan produk alat musik buatannya, seperti angklung, gambang dan lain-lain. Foto: Ganjarpranowo.com

PANDEMI Covid-19 pada 2020 membuat Tetra Febri Riyanto mengalami penurunan penjualan kerajinan bambunya. Bahkan, omset usaha warga Kabupaten Purbalingga itu nyaris nol saat tahun awal wabah melanda.

Merebaknya virus corona membuat dirinya tak bisa beraktivitas secara penuh, termasuk mengikuti berbagai acara kesenian.

Dari media sosial, Instagram, Tetra tahu bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan kesempatan bagi para pengusaha UMKM. Yaitu, promosi online melalui Instagram Story di akun Ganjar yang diberi nama #LapakGanjar

Tetra pun iseng mengikutsertakan produk-produk alat musik bambunya di #LapakGanjar menggunakan akun @tetra_wbs.

Ia terkejut begitu melihat efek dari promosi tersebut. Hasilnya luar biasa, permintaan mulai datang. Dan, perlahan mulai diburu pembeli kembali.

"Alhamdulillah, setelah ikut Lapak Ganjar, produksi mulai meningkat, mulai kembali ke normal. Permintaan kita seluruh Idonesia, tapi sementara ini paling banyak dari Jateng dan Jawa Timur," ujar warga yang tinggal di Jalan Lawet, Kelurahan Purbalingga Wetan, Sabtu (30 Juli 2022).

Tetra menyebut, efek yang dirasakan setelah mengikuti #LapakGanjar, tak hanya berpengaruh bagi merek alat musik bambu miliknya, tapi juga merek lain di Purbalingga.

"Di sini ada enam keluarga saya, dan semuanya punya produksi alat musik bambu dengan beragam brand. Dengan adanya Lapak Ganjar, brand lainnya itu ikut dikenal. Usaha saudara juga merasakan impact-nya," lanjutnya.

Sejauh ini, Tetra memproduksi angklung, kentongan, gambang, bedug celo, bass pukul, dan lainnya. Satu set alat musik itu dihargai sekitar Rp 5 juta.

Bahan baku selama ini didapat Tetra dari sekitar Purbalingga. “Ambilnya harus tepat musimnya dan diendapkan selama satu sampai dua tahun agar kualitasnya bagus dan awet," tuturnya.

Alat musik bambu masih dipakai banyak seniman di Karesidenan Banyumas, seperti Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara dan Cilacap. "Di sini juga biasanya ada festival kentongan," ujar dia.[]

Anda bisa tonton liputan video kami di YouTube Lapak Ganjar.